Tuesday, November 11, 2014

Anak-anak dan alam

Hasil pengamatan kegiatan anak-anak hoikuen hari ini: anak-anak sekitar umur 1-2 tahun dibawa dengan troli besar, lalu diparkir di depan gerbang farm gabungan tumbuhan dan hewan. lalu mereka diajak berjalan ke arah paddock kambing. Dengan ceria, para guru mengajak mereka untuk melihat lebih dekat, menyentuh, dan memberi makan kambing. Sambil memberi penjelasan sederhana tentang kambing, seperti suaranya, makannya, dll. anak-anak balita tersebut di "encourage" untuk tidak takut pada kambing dan menanmkan "image" bahwa kambing itu "kawaii" alias lucu. Hehehe...

Setelah selesai pengamatan kambing, alih-alih langsung pulang, para guru mengajak mereka berjalan ke arah gate melalui jalan setapak di antara "semak" pohon (entah apa nama pohonnya) setinggi orang dewasa. Sambil berjalan, ternyata mereka juga memungut donguri (chesnut) yang jatuh dan dikumpulkan dalam kantung plastik.

Dengan kemampuan berjalan yang masih "seadanya", para guru lagi-lagi meng"encourage" anak-anak asuhnya untuk tetap berjalan tanpa bantuan sampai ke titik tujuan.

Dan... voila! Mereka semua berhasil menyelesaikan "misi".
Selesai berjalan, para balita dibariskan (ya, mereka sudah diajarkan berbaris sejak dini), diabsen, kemudian ditanyakan apakah masing-masing dapet donguri atau tidak. Kemudian para guru memuji sang anak satu persatu atas "prestasi"nya berjalan dan memungut donguri.

Kesimpulan :
1. Belajar di alam itu baik
2. Hoikuen itu menyenangkan ya.


Note:
1. Hoikuen 保育園 = nursery = sebenarnya tempat penitipan anak. Namun di Jepang, tidak sekadar "dititipkan", tapi juga "disekolahkan", bermain sambil belajar.

2. kegiatan hari ini sebenarnya tidak disengaja. Saat saya sedang melakukan monitoring dan evaluasi (tssaaaah) di lab kambing.
 

アユ

0 comments :

Post a Comment