Monday, September 1, 2014

Catatan Obihiro - Hari Keempat

Hari terakhir yang hanya setengah hari. Pagi hari, sensei alias main supervisor alias babeh yang sangat kebapakan itu sudah menunggu di lobi cuma untuk menanyakan kondisi saya, yang untungnya sudah bisa saya jawab dengan jelas (semalam saya sulit menggerakkan mulut karena ngilu pada rahang bawah).

Setelah sarapan, kami pun check-out dari hotel dan berkumpul di aula untuk kuliah terakhir. Kuliah pertama bertopik gliding mammals alias mammalian terbang alias mammalian yang bisa loncat dari satu pohon ke pohon lain menggunakan semacam “sayap” pada tubuhnya, atau bahasa gampangnya “tupai terbang”. Berhubung sensei yang memberikan materi adalah “orang lapang” dengan pengalaman mengincar si mammalia terbang ini ke penjuru dunia, kuliah pun terasa mengasyikkan dan membuat kami selalu terjaga dengan berbagai foto si mammalia imut dari penjuru dunia. Saya pun baru tahu kalau si mammalia bisa “tebang” sampai sejauh 100 meter dari satu pohon ke pohon lain. Wow!

Kuliah kedua, diisi oleh Kepala Badan Penelitian Protozoa. Tidak semenarik kuliah pertama, namun cukup membuat kami berdecak kagum dengan luasnya pusat penelitian (sekitar 1300 m2) dengan fasilitas super lengkap yang menjadikannya laboratorium referensi WHO dan OIE!

Kuliah ketiga, diisi oleh alumni United Graduate School yang baru saja lulus beberapa tahun lalu, yang cukup (ehm) menawan. Mas-mas alumni tersebut memberikan materi tentang Ebola yang sedang marak dan dikhawatirkan oleh dunia (paling tidak, negara maju) melalui berbagai gambar yang ia ambil saat bertugas di Afrika. Kepiawaian beliau dalam presentasi cukup membuat kami rileks dalam kelas. Beliau tidak menggunakan banyak kalimat, melainkan satu dua buah gambar besar dalam satu slide, disertai fakta singkat beberapa kata. Dan semua gambar yang diambil beresolusi cukup tinggi serta “fresh from the field”. Sedaaap.

Kuliah terakhir, menurut saya cukup membosankan karena di luar ekspektasi. Judul yang tertera adalah “Sebelum, Saat, dan Setelah belajar di United Graduate School”. Saya berharap akan seperti kuliah Eyang Izaike (profesor senior yang memberikan wejangan di hari kedua), ternyata sang pemberi materi (yakni alumni United Graduate School) mempresentasikan CV-nya sendiri dengan cara yang kaku, yakni list riwayat pendidikan beliau, serta dilanjutkan dengan penelitian yang sedang dilakukannya di tempat ia bekerja, Pusat Penelitian Protoza. Barangkali saya berharap terlalu tinggi, sehingga kurang bisa menangkap “maksud” berbagi pengalaman yang ingin disampaikan sang senior.

Hari keempat diakhiri dengan kembali ke rumah masing-masing. Kami pun diantar dengan bus kampus menuju stasiun, bagi para penghuni Iwate, dan ke Bandara Tokachi-Obihiro bagi para penghuni Tokyo dan Gifu. Saya pun menikmati perjalanan dengan pemandangan hamparan sawah, ladang, dan peternakan yang luas serta keleluasaan menikmati langit nan biru cerah.

Kesan saya tentang Obihiro: A Perfect Gateway for Summer Holiday!  

Salah satu sudut "kota" Obihiro


Hamparan ladang dan langit yang bisa dinikmati tanpa gangguan gedung tinggi


Kuda raksasa khas Obihiro menyapa di bandara

0 comments :

Post a Comment