Wednesday, August 20, 2014

Decision Maker Needed

Tampaknya di usia seperempat abad yang masih muda dan "pichi-pichi" kalo kata orang Jepang ini, Yang Maha Kuasa mulai menunjukkan pada saya banyak jalan yang harus dipilih. Ya, mungkin dari dulu memang sudah ada banyak jalan, hanya saja saya memilih untuk jalan terus di jalan yang dilalui atau diarahkan oleh orang-orang tedekat saya. (Apa sih nih, ribet banget bahasanya).

Barangkali ini yang dikatakan sebagai "saatnya menjadi dewasa dalam berpikir". Ya, dewasa dalam berpikir, entah apa makna yang sebenarnya. Dalam kondisi yang "saya pilih" ini, terkadang saya berpikir "bagaimana kalau waktu itu saya begini ya? bagaimana kalau dulu saya kesana ya? bagaimana kalau dulu saya tidak begini ya? bagaimana kalau...." Ya, rumput tetangga memang selalu lebih hijau, kehidupan tetangga sebelah tampak lebih nyaman dibanding kehidupan sendiri. 

Tapi, seperti yang salah satu sahabat saya selalu bilang "Kita harus bertanggung jawab atas pilihan yang kita buat sendiri". Benar, saya tidak perlu menyesali pilihan yang saya buat. Sesulit apapun masalah yang datang, ingatlah bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kesanggupan hambaNya dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Eits, tunggu dulu, tampaknya saya juga tidak boleh lupa kalau Allah itu sesuai prasangka hambaNya, jadi, saya harus tetap terus berprasangka positif. 

Intinya apa ya dari tulisan kali ini? Intinya, masih banyak tugas yang harus saya kerjakan, keputusan yang harus diambil, dan tanggung jawab yang harus dipikul atas pilihan hidup yang saya buat sendiri.


アユ
who is still struggling in Tokyo 

2 comments :

Indah Nurmawarti said...

tumben ayu postingannya rada serius, eh biasanya juga serius deng. iya biar rumput tetangga ga lebih hijau, pake kacamata lensa filter warna aja, siapa tau warna rumputnya jadi item putih/merah/sephia. hadeuh.

dan memang harus hati-hati sama kalimat "gimana ya kalau waktu itu begini....", waspadalah, karena syaiton syaiton sudah mulai ngelirik kita.. .cup cup ah!

laras rahayu said...

Hahaha, jarang-jarang lho postingan serius tentang diri sendiri kayak gini, hihihi...

Post a Comment