Sunday, August 31, 2014

Catatan Obihiro – Hari Kedua



Kekhawatiran gue di hari kedua adalah : apakah dresscode gue sudah tepat? Apalagi melihat rekan sekamar yang memakai celana jeans plus kemeja semi formal. Sedangkan gue sudah menyiapkan celana bahan plus kemeja plus blazer. Busana kasual sengaja dipersiapkan untuk hari berikutnya karena bakal ada keliling kampus. Lebih panik lagi melihat temen seperjalanan yang hari itu pakai baju yang sama dengan hari kami naik pesawat, alias kaos oblong dan celana 7/8! Gue pun memutuskan meninggalkan blazer gue dan memodifikasi kostum dengan tambahan cardigan supaya ga terlalu formal.

Bisa dibilang, ini hari terpanjang di antara serangkaian Special Lecture. Setelah sarapan prasmanan di hotel, kami pun dijemput dengan bus kampus menuju kampus Obihiro University of Agriculture & Veterinary Medicine. Seharian berada di ruang kelas, mendengarkan presentasi dan kuliah dari para profesor cukup membuat “penyakit lama sekaligus keahlian saya kambuh” : Tidur di Kelas. Ditambah topik penelitian yang rata-rata tentang biologi molecular, topik yang sulit dicerna kepala saya.

Kuliah siang menjelang sore hari yang cukup membuat melek adalah kuliah tentang “Giving Great Presentation” dari Prof. Smith Marshall, dosen Obihiro University keturunan Amerika yang satu kampung halaman dengan Steve Jobs ini sukses membuat kami terbangun dengan bahasa Inggris canggih (ya iyalah) yang mudah dicerna, slide a la Steve Jobs yang eye catching, serta kuis! Hahahaha…

Sayangnya, 1 jam setelah kuliah beliau adalah jadwal presentasi gue, yang mana cukup membuat gue “down” karena presentasi gue tidak memenuhi syarat “great presentation”.  Gue pun presentasi dengan cara gue, dalam bahasa Inggris yang gue usahakan sederhana mungkin. Berdasarkan pengalaman, bicara dengan bahasa Inggris dengan cepat di hadapan orang Jepang akan berakhir dengan banyak pertanyaan karena mereka ga menangkap penuh. Tapi ternyata, berbahasa Inggris dengan versi sederhana pun berakhir dengan banyak pertanyaan, karena mereka mengerti, jadi banyak tanya. Hahahaha... Dua hal yang sedikit menghancurkan konsentrasi gue adalah : 1. Gue melihat semua orang terjaga memandang ke arah gue (atau slide presentasi gue) 2. Presentator setelah gue berubah kostum dari kaos oblong ke pakaian resmi celana bahan, kemeja putih, dan jas!
Presentasi paling menakjubkan adalah seorang mahasiswa berkebangsaan Spanyol menjadi satu-satunya mahasiswa asing melakukan presentasi dengan bahasa Jepang! Bahkan abstrak tulisannya dalam bahasa Jepang! Salut!

Hari kedua diakhiri dengan poster session dan (seperti biasa) pesta kecil-kecilan. Buat gue, pesta kali ini bukan sekadar pesta, meskipun bagi sebagian mahasiswa asing terkesan membosankan dan tidak nyaman dengan minuman beralkohol dimana-mana. Gue selalu dengan cara gue menemukan celah untuk menggali informasi di antara batas kesadaran yang tipis akibat pengaruh alkohol. Obrolan berbobot pun berhasil gue lakukan. Mulai dari betapa besarnya dedikasi rekan sesama mahasiswa yang memasukkan selang ke esophagus (tenggorokan atau kerongkongan ya? Pokoknya saluran makan itu lho) diri sendiri sebelum beliau memasukkannya ke hewan percobaan. Tujuannya? Supaya tahu seberapa tidak nyamannya perasaan si hewan saat dilakukan percobaan. Dahsyat!

 Kedua, obrolan cukup berat yang dimulai oleh salah satu profesor muda (ya ga tua-tua amat tapi juga ga muda banget sih) tentang masa lalu Jepang – Indonesia. Pengalaman beliau bekerja di beberapa negara Asia, termasuk Asia Tenggara tampaknya membuat beliau sangat mengerti sikap-sikap kurang bersahabat terhadap Jepang dari negara-negara tersebut. Beliau bahkan bertanya secara gamblang gimana pendapat gue tentang “masa lalu” itu. Gue pun menjawab dengan gamblang tentang sikap kurnag bersahabat yang kadang masih gue lakukan terhadap negeri tempat gue belajar ini.

Ketiga, meskipun kurang berbobot dibanding dua obrolan pertama, namun dari obrolan ketiga ini, gue sedikit bisa mempertajam jejaring dengan profesor dari Iwate University.

Hari kedua pun berakhir dengan mulus. 

0 comments :

Post a Comment