Wednesday, July 16, 2014

Berbuka Puasa di Jalan

"Gue lagi di luar nih, udah maghrib belom ya?"
"Udah bedug belom ya? aku lagi di jalan nih"
"Ntar kalo udah buka kasih tau ya. Lagi di luar soalnya"

Hayo, siapa yang pernah kirim sms, wa, line, message, atau apapun itu ke teman, sodara, atau keluarga yg (sekiranya) lagi ada di rumah atau di dalam ruangan? Minta tolong diberi tahu saat maghrib tiba, alasannya karena kita sedang di jalan atau di luar ruangan yang tidak memungkinkan mendengar adzan?

Dulu kebiasaan tersebut saya lakukan ketika masih ada di dalam kendaraan (umum maupun pribadi), di mall, atau di luar ruangan lah pokoknya dan waktu maghrib sudah dekat. Saya biasa sms sahabat atau mama di rumah, sekadar bertanya "sudah maghrib atau belum?" Saya tidak tahu apakah kebiasaan semacam ini masih banyak dilakukan oleh teman-teman. Tapi, tahun ini tampaknya saya "pensiun" dari bertanya "sudah maghrib apa belum? lagi jalan nih".

Kenapa?
1. Kemajuan teknologi membuat saya bisa mengakses informasi jadwal sholat selama sebulan bahkan setahun dan menyimpannya di alat elektronik portabel (hp, iPod, dll). Kadang-kadang saya print dalam ukuran yang "pas saku".

2. Dengan kemajuan teknologi lain, software adzan untuk penanda waktu sholat sudah bisa digunakan di gadget. Iya kan iya donk?

3. Tidak ada adzan live yang terdengar keluar sebuah ruangan disini. Jadi, saya bergantung pada inisiatif diri saya sendiri untuk mencatat, membawa catatan, atau mengingat waktu-waktu sholat.

memang tidak salah sms atau wa atau apalah itu namanya untuk bertanya "kapan adzan maghrib?" di saat berpuasa. Tapi, tidak ada salahnya bukan memperhatikan waktu-waktu sholat tanpa bergantung pada suara adzan. Maksudnya begini, ada saatnya kita sedang dalam area yang tidak bisa mendengar adzan (live bukan dari gadget). Maka tidak ada salahnya juga mengingat waktu sholat (dalam hal ini maghrib) supaya bisa melakukan sunnah "menyegerakan berbuka" tanpa repot tanya sana sini si sosmed ^^ Selain itu, untuk waktu-waktu sholat yang lain, bukankah jadi lebih nyaman juga untuk kita yang aktif di luar ruangan kesana kemari. Jadi, kita punya reminder "diri sendiri" lebih mandiri. Terakhir, untuk yang sedang merantau di negeri agama kita sebagai minoritas, atau lagi hiking/tracking di alam bebas pasti ga mungkin bergantung pada "live adzan" dari mesjid terdekat donk? Hehehehe...


アユ
on her second Ramadhan in Tokyo

0 comments :

Post a Comment