Wednesday, April 16, 2014

Cuma gregetan sedikiiiiiit

Saya bukan kader partai manapun, bukan golput juga, bukan oposisi, dan bukan cabe-cabean (eh...). Kembali ke topik. Di masa kampanye beberapa waktu lalu, saya sempat geli, gregetan, temasuk agak kesal sedikit dengan salah satu kolega saya. Beliau adalah salah satu simpatisan partai berlabel agama mayoritas di Tanah Air tercinta. Beliau juga seorang berpendidikan yang saya kenal dan tahu track recordnya cukup bagus dan tergolong "cerdas". Namun, ada satu hal yang membuat saya kurang sreg dengan salah satu cara "kampanye" beliau dalam mempromosikan partainya.

Suatu hari, di salah satu media sosial terbesar, beliau membagikan sebuah tautan dengan foto pria Korea Selatan (dari wajah dan penampilannya saya cukup yakin, ia adalah pria Korea berstatus warga negara Korea). Pria tersebut di salah satu tangannya memegang kertas berukuran cukup besar untuk dilihat di foto dengan gambar lambang partai berbasis agama. Sementara tangan satunya lagi memegang paku yang digunakan saat pencoblosan dalam pemilu. Judul dari foto tersebut kira-kira begini "Korea saja pilih Partai XXX, masa Indonesia ga?"

Di Indonesia yang kita cintai ini memang sedang ada "demam Korea" dan banyak anak muda yang menjadi fans "all about Korea". Tapi, menurut opini pribadi saya, alangkah kurang pantas jika kampanye memanfaatkan hal tersebut. Boleh-boleh saja memanfaatkan "Korea-Korean", tapi dengan cara "Korea saja pilih partai XXX" rasanya kurang pas ya. Kenapa?

Kita yang sudah punya hak pilih tentu paham, yang berhak memilih adalah Warga Negara Indonesia, bukan Warga Negara Asing. Dimanapun Warga Negara Indonesia itu berada, di dalam maupun luar Indonesia, mereka punya Hak Pilih. TAPI, Warga Negara Asing tidak punya hak pilih sama sekali terhadap Pemilu di negara selain negaranya! Sudah jelas bukan? :) Kalau soal tahu tentang partai-partai di Indonesia sih wajar saja. Kita juga bisa cari tahu melalui media mengenai partai-partai yang ada di Korea, Amerika Serikat, Malaysia, atau di negara manapun, bukan? Tapi tidak untuk memilih.

Saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan partai tertentu dan mendukung partai lain. Saya hanya agak menyayangkan saja, sejumlah "oknum" kader yang dikenal berpendidikan tinggi, menggunakan cara kampanye yang tidak logis (again, in my own opinion). Dalam hal ini mengiming-imingi generasi muda untuk memilih partainya karena idola mereka pun memilih (atau mencoblos?) partai tersebut, dimana jelas bahwa sang Idola berasal dari negara lain dan tidak berhak serta (istilah gaulnya) ga ngaruh juga sama si idola kalo dia milih partai itu.

Ayolah para kader, promosinya yang cerdas lagi ya :) Rakyat pasti mau kok milih tanpa bawa-bawa nama seleb Korea ^^

Hidup Indonesia!

0 comments :

Post a Comment