Friday, March 14, 2014

Gue pengen kayak orang Cina

Sebelumnya, gue mau minta maaf yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang paling dalam. Tulisan ini tidak bermaksud rasis sama sekali. Gue cuma mengungkapkan isi hati dan tidak bermaksud men-generalisasi objek-objek yang ada di tulisan ini. Sekali lagi, gue minta maaf jika ada pihak-pihak yang tersinggung.

Meskipun pengalaman belom banyak-banyak amat, tapi gue udah melihat banyak baik keturunan Cina maupun orang berkebangsaan Cina asli yang tinggal di luar negara Cina. Apa yang gue pelajari dan kagumi dari mereka?

1. Orang keturunan / bangsa Cina asli (selanjutnya, tanpa mengurangi rasa hormat dan buat menyingkat, akan disebut "orang Cina" saja) selalu berusaha, bekerja keras, tidak malu untuk belajar dari bawah sehingga mereka bisa mendapat prestasi di sekolah, tempat kerja, bahkan sampai mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi sekian banyak penduduk negara tempat mereka tinggal. Bahkan gue pun masih bergantung dengan barang-barang yang diimpor, dijual, disediakan oleh orang-orang Cina ini. 
Sebut saja, gue masih belanja stationary di toko milik orang Cina. Atau malam hari, saat lapar melanda, gue ke warung makan milik mereka untuk membeli nasi goreng demi mengisi perut. Atau bagaimana dulu waktu kecil, seorang dokter keturunan Cina menjadi langganan keluarga gue saat sakit. Paling enggak, itu contoh sederhana saja. 

2.  Di negara manapun orang Cina tinggal, mereka BISA BAHASA CINA! Tentu saja mereka menguasai bahasa nasional negara tersebut karena mereka bersekolah, bekerja, dan tinggal di situ. Tapi yang gue SALUT adalah, para orang tua tetap mengajarkan bahasa Cina  kepada anak-anak mereka. Entah itu Cina mandarin ataupun jenis bahasa Cina lainnya (maaf gue sendiri ga hapal dengan variasinya). 

Gue pengen menggarisbawahi poin kedua. Setelah gue baca buku tentang "Anak Anak Multibahasa" karangan Shanti Dharmaputra gue jadi sadar dan mengerti bahwa "tinggal di negeri orang bukan berarti melupakan bahasa Tanah Air" meskipun kita sejak lahir berada di "negeri orang", tapi kita enggak boleh lupa dengan "akar" kita. Selain itu, menurut penelitian-penelitian ilmiah yang dikutip di buku tersebut, anak-anak yang sejak kecil belajar lebih dari satu bahasa (dengan metode tertentu yg baik dan benar tentunya) akan memiliki kecerdasan yang cukup tinggi. Dari sinilah gue merasa yakin kenapa banyak orang-orang berprestasi adalah orang Cina dan kenapa negara Cina itu sendiri berkembang pesat sekarang. Ya itu dia alasannya kayak yang gue jelasin di atas. 

Maka dari itu, gue sebagai keturunan asli Jawa Indonesia, pengen banget bisa belajar dan menguasai bahasa Cina, dalam hal ini Mandarin. Gue pengen bisa lebih paham dengan "prinsip-prinsip" orang Cina dan kiat-kiatnya sampai bisa berprestasi di penjuru dunia. 

Gue juga bercita-cita menyempurnakan bahasa Indonesia (sebagai bahasa ibu gue) gue dan mengajarkannya ke anak gue. Gue pengen bisa berbahasa Indonesia murni, tanpa dicampur bahasa negara lain, dengan anak-anak gue nantinya. Gue pengen anak-anak gue nanti kayak anak-anak berprestasi, cerdas, bangga akan bahasa ibunya, dan tetap berpikir global, dalam arti di negara manapun dia tinggal, ga masalah, yang penting tetap melestarikan "akar budaya dan bahasa ibu" nya :)

Keren kan visi misi gue? Hehehehe.... Sekarang gue mau belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar dulu akh... Eh, tulisan ini kan juga masih belom bener bahasa Indonesianya... :P

Peace & Hugs,
Ayu

0 comments :

Post a Comment