Wednesday, December 18, 2013

Badai ~ Storm ~ Arashi


Menjelang akhir tahun, saya agak kehabisan kata-kata untuk menulis di Blog, selain karena ada banyak kesibukan baru juga karena sedang "terjebak" di rutinitas yang sama, jadi saya menganggap "tidak ada yang menarik yang bisa ditulis di Blog". Baiklah, itu cuma sekadar alasan saya saja yang sedang malas menulis, hehehe.

Kembali ke topik, sebelum ini saya sudah sering menulis tentang "Arashi", boyband Jepang yang sudah hampir 15 tahun malang melintang di dunia entertainment (ya, tidak hanya musik, tapi juga film, drama, teater, painting, bahkan sampai news broadcasting) dan sudah hampir 5 tahun terakhir ini saya gandrungi. Awal mula saya "nge-fans" sama boyband yang beranggotakan 5 orang ini sudah pernah saya bahas di post beberapa tahun lalu dan sekarang saya mau mengungkap kenapa si gue ini masih aja nempel sama Arashi. Hahaha...

Jadi begini sodara-sodara, sejak saya kepincut sama salah dua anggota Arashi yang bernama Sakurai Sho dan Aiba Masaki, jadi ga bisa berhenti nge-fans sama Arashi ^^ Apalagi didukung dengan kiprah om Sakurai yang menjangkau dunia kampus dan penyiaran berita serta kiprah om Masaki yang merambah dunia pet and wild animals, jadi ngerasa sayang kalau melewatkan berita-berita mereka.



Apa sih menariknya boyband yang satu ini? Boyband kan gitu-gitu aja. Betul, memang begitu-begitu saja, polanya hampir sama di setiap grup. [Lagu-lagunya memang bagus?] Tidak semua. [Suaranya juga tidak bagus, bukan?] Betul, memang tidak bagus-bagus amat secara individual, tapi secara berkelompok perlu diacungi jempol karena "bulat" dan "harmonis". [Kostum-kostum saat konsernya norak-norak deh.] Memang norak, apalagi warna-warninya yang mencolok dan seringkali cenderung "ga laki deh", tapi sebagai orang yang pernah berkecimpung di dunia pentas tari-menari, saya mengerti mengapa tim kreatif konser memakaikan mereka baju yang "norak". Bayangkan, konser yang ditonton 70.000 orang di stadion sekelas olimpiade dunia, kalau kostum yang dipakai hanya tuxedo berwarna hitam polos atau putih saja, bagaimana mereka bisa menjadi "spotlight"? Soal pakaian saat konser dan tampil di panggung, nanti kita bahas terpisah ya :)

Lalu, ada lagi yang bertanya, "Kayak anak abg aja umur segini masih suka yang begituan". Ya, mau gimana lagi, saya memang masih berjiwa abg (mungkin) dan tidak bisa dipungkiri bahwa saat bertandang ke salah satu konser arashi di Tokyo, jumlah penggemar yang datang 50% nya adalah abg. Nah lho, setengahnya lagi apa donk? Setengahnya lagi terdiri atas ibu-ibu muda, ibu-ibu usia 40-an bersama anak-anak abg atau anak-anak mereka yang berusia sekolah dasar, tante-tante usia 20 tahun-an dan 30 tahun-an, serta sejumlah kecil pria yang datang dengan alasan "menemani adik atau kekasihnya menonton konser". Bahkan sebuah perusahaan pernah membuat survei mengenai rentang usia penggemar Arashi, ternyata paling banyak ada di usia "teenager" (usia belasan tahun) dan usia 30 tahunan. Nah lho, usia saya yang 20 tahun-an malah ga ada nih?^^ Kembali ke jawaban pertanyaan "kayak anak abg". Ya, saya tidak menyangkal kalau dibilang begitu.Survei membuktikan fans usia abg banyak kok.

Jadi, kesimpulannya meskipun Arashi kurang menarik, si gue tetep suka gitu? Iya, tetep suka. Saya suka sebagian besar lagu single yang menjadi soundtrack drama maupun film layar lebar. Saya suka beberapa penampilan "dance" mereka. Saya suka drama dan film yang dibintangi oleh masing-masing personil, dimana sebagian masuk jajaran top 10 box office Jepang dan Hollywood. Saya suka variety show mereka yang menghibur dan bertaburan selebritis papan atas Jepang. Saya suka variety show maupun acara TV yang dibawakan 2 personilnya, yakni "Tensai!Shimura Doubutsuen" dan "News Zero".  Menurut saya, kedua acara yang ditayangkan di NTV Jepang tersebut cukup informatif dan menarik. Shimura Doubutsuen memberikan hiburan sekaligus informasi mengenai dunia hewan, sedangkan dala News Zero, om Sakurai punya "pojok Sakurai" yang menjelaskan sebuah headline dengan visualisasi yang lebih sederhana, menarik, lugas, namun tetap jelas pada inti peristiwa atau berita yang dibahas. Jadi, saya tertarik dengan om Sakurai ya salah satunya ya karena beliau bisa menembus dunia newscaster yang terkenal sangat "strict" di Jepang sana, bahkan sempat diutus menjadi reporter khusus pada perhelatan olimpiade dunia serta wawancara khusus dengan mantan pemimpin negara, Mikhail Gorbachev! Menurut saya, ini membuktikan kualitas om Sakurai sebagai individu yang "tidak hanya seorang anggota boyband", tapi juga "newscaster".

Setelah panjang lebar saya "curhat" tentang Arashi, kesimpulannya saya tetap penggemar Arashi dan akan menggemari setiap drama maupun film berkualitas yang mereka bintangi, mengikuti acara Tensai!Shimura doubutsuen yang membuka wawasan mengenai "animal world", serta menyimak setiap berita yang disampaikan dalam NewsZero sebagai sarana belajar bahasa Jepang dan mempelajari situasi Jepang dari "dalam". Ataupun menikmati lagu-lagu Arashi sebagai teman relaksasi.

Fans Boyband di usia hampir seperempat abad? Mengapa tidak?

アユ

0 comments :

Post a Comment