Friday, September 13, 2013

SEMPOA

Alat hitung kuno yang satu ini konon sudah digunakan sekian ratus tahun yang lalu di berbagai peradaban dunia, namun yang terkenal adalah Cina. Sempoa dalam bahasa Cina disebut 算盘 「Suànpán」 (sok banget deh gue pake bahasa Cina -.-)

 Ini bentuk sempoa zaman kuno

Sempoa kuno terbuat dari rangka kayu dengan deretan poros berisi manik-manik. Jumlah manik-manik pada setiap poros terdiri atas 2 buah manik di atas garis tengah dan 5 buah manik di bawah garis tengah. Sementara itu dalam satu rangka sempoa, jumlah poros yang ada bervariasi. Secara umum jumlah poros harus mencukupi untuk menghitung bilangan desimal, satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dst.


Ini sempoa yang saya pakai dulu


Sempoa yang banyak dipakai saat ini (sampai sekarang masih dipakai lho) terdiri atas 1 buah manik di atas garis tengah dan 5 buah manik di bawah garis tengah serta terbuat dari plastik. Jumlah poros dalam satu rangka sempoa pun bervariasi. Sempoa untuk anak-anak usia TK, biasanya satu rangka hanya terdiri atas 5 poros. Maklum, hitungan mereka kan masih sederhana, belum perlu desimal.

Sejak beberapa belas tahun lalu, sempoa mulai digemari dan bermunculan lembaga-lembaga kursus sempoa yang menawarkan keunggulannya masing-masing. Saya sendiri dulu didaftarkan oleh ibu saya untuk mengikuti kursus sempoa di salah satu lembaga kursus besar dimana pendiri lembaga tersebut adalah keturunan warga negara sempoa.

Kursus sempoa ini tidak hanya mengajarkan cara berhitung menggunakan sempoa, tapi juga keterampilan aritmatika (apa ya bedanya sama matematika?), mengasah kemampuan berpikir, berhitung, dan menulis cepat. Pada level yang lebih "advance", kita diajarkan untuk tidak menggunakan sempoa lagi, melainkan membayangkan berhitung menggunakan sempoa. Nah lho, gimana caranya tuh? Jadi, siswa diberikan soal, kemudian dia diminta mengerjakan soal tersebut tanpa menggunakan sempoa, tapi membayangkan bahwa di depannya ada sempoa, kemudian jari-jemarinya akan bermain seolah-olah ada sempoa di hadapannya. Ini dinamakan sempoa bayangan.

Kalau ada alat, kenapa harus pakai sempoa bayangan? Seingat saya, hal ini ditujukan agar pengguna sempoa bisa berhitung dengan cepat dimana saja tanpa perlu alat sempoa maupun alat tulis. Praktis kan?

Kelihatannya sempoa bayangan memang sulit (kenyataannya memang sulit), namun para expert dalam sempoa bayangan ini punya keuntungan lebih. Beliau bisa menghitung dimana saja tanpa perlu membawa sempoa atau bahkan kalkulator, dan biasanya orang yang menghitung dengan sempoa bayangan ini akan lebih cepat dibandingkan dengan orang yang menghitung dengan kalkulator. Tidak percaya? Memang sulit dipercaya, tapi bisa diuji coba dengan anak-anak yang pernah belajar sempoa sampai level menghitung dengan sempoa bayangan :)

Apa manfaatnya belajar sempoa? Selain seperti yang telah disebutkan, yakni bisa berhitung cepat, konon dengan belajar sempoa bisa menajamkan fungsi otak kanan dan kiri. Wuih, keren kan?

Selamat mencoba :)

4 comments :

Rizki Pradana said...

wah klo ini jadi inget si sule..
ini saatnya saya bilang.....sempoaaa...#hehehe :p
ini satu2nya alat yg aku gak ngerti makenya,,dlu punya sempoa malah buat kcrekan,,kan suaranya kya kecrekan,hehe :p

salam EPICENTRUM

wait for visit :))

laras rahayu said...

kalo masnya dulu pake sempoa buat kecrekan, sekarang saya pake sempoa buat kecrekan,, soalnya udah banyak lupa cara pakenya, hahaha...

Tifa bag said...

permisi sob...boleh tanya dimana beli simpoa ny ya ? ada saran ga ? posisi saya di jakarta.

laras rahayu said...

halo :)
waduh, saya ga tahu belinya dimana. Dulu saya kebetulan pernah kursus sempoa, jadi punya sempoa-nya dari sana ^^

Post a Comment