Wednesday, August 7, 2013

Ramah namun tak Hangat ~ Teman?

Ada yang unik dari kata bahasa Jepang “tomodachi” yang diartikan ke dalam bahasa Indonesia sebagai “teman” dan “friend” dalam bahasa Inggris. Ternyata makna kata Tomodachi berbeda dengan kata Teman dalam bahasa, lebih tepatnya budaya Indonesia. Begini ceritanya,

Ms. Y (orang Malaysia) : Klien yang tadi datang itu kenal sama kamu kan?

Mr. T (orang Jepang) : Iya, dulu satu sekolah dengan saya.

Ms. Y : Oh, pantes tadi pas ngobrol kok kayaknya nyambung sama dirimu. Temanmu (tomodachi) 
kan ya berarti?

Mr. T : Bukan, bukan teman (tomodachi), tapi schoolmate (doukyuusei).

Mr. Y : Lho, kok bukan teman? Kan schoolmate, satu sekolah?

Mr. T : Iya, memang satu sekolah, tapi bukan teman (tomodachi).

Ms. Y : Lho, kok bukan teman? Kan kayak saya sama H (menunjuk ke mahasiswa juniornya yg org Jepang) kan satu lab, kita teman kan?

H : Hmmmm,,, (berpikir) gimana ya? Hmmm,,, Bukan. Saya kan junior (nunjuk ke diri sendiri), senior (nunjuk ke Ms. Y).

Ms. Y : Eh? Tunggu dulu, saya sama kakak M (menunjuk ke mhs senior disitu) kan, dia senior, saya juniornya. Kita teman (tomodachi) kan?

Mr. M (orang Jepang) : Iya, kita teman.

Ms. Y : Tuh kan, jadi saya sama kamu (nunjuk ke H) juga senior dan junior, berarti teman (tomodachi) juga kan?

H : Bukan. Kita itu senior (nunjuk ke Ms. Y) dan junior (nunjuk ke diri sendiri).

Ms. Y : Lho? Kalo di Malaysia, satu kelas, satu lab, kakak kelas sama adik kelas itu teman disebutnya. Di Jepang belum tentu begitu ya?

Mr. M dan H : Iya.

Ms. Y : Jadi, teman itu yang gimana?

Mr. M : Tergantung gimana kedua belah pihak menganggap hubungan mereka. Kalau kita berdua kan, saya setuju kalau saya teman (tomodachi) kamu, kamu juga setuju. Nah, kalau kamu sama H, ya ga bisa disebut teman (tomodachi), kalau yg menganggap “teman (tomodachi)” hanya salah satu pihak saja.

Ms. Y : Eh? Kok gitu? Hmmm,, beda ya ternyata.

Jadi, tomodachi dalam bahasa dan budaya Jepang, setara dengan “sahabat dekat” dalam bahasa dan budaya Indonesia (nah lho?). Menurut yang pengamatan saya,  yang disebut tomodachi itu adalah teman yang sering ngobrol bareng (dan yang diobrolin tidak sebatas masalah di kantor/sekolah, tapi juga masalah pribadi), main bareng, belajar bareng, hang out bareng, sampai curhat-curhatan, berkunjung ke rumah masing-masing, bahkan liburan ke luar negeri bareng. Kalau “hanya” sebatas satu Lab, satu kelas, atau bahkan satu sekolah saja, ya bukan tomodachi namanya, melainkan (kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris) Labmate, Classmate, Schoolmate, atau colleague. Keempat yang saya sebutkan terakhir itu tidak bisa atau belum tentu bisa disebut “teman”.  Singkatnya, tomodachi yang kita artikan sebagai teman itu hanya berlaku kalau hubungan kita sangat dekat, intens, dan baik kita maupun teman kita setuju kalau kita adalah “teman” alias “tomodachi”.


Pantas saja, dulu kalau saya bercerita dengan teman-teman Jepang satu lab saya dan menyebutkan kalau saya punya teman yang begini di kelas, ada banyak teman satu negara dan kami kadang-kadang kumpul di Jepang, mereka takjub sekali dan tak jarang mengungkapakn bahwa “temanmu banyak ya”^^ Ternyata, kata teman (yang saya ucapkan sebagai Tomodachi kala berbicara bahasa Jepang) bagi mereka itu spesial sekali. Padahal bagi saya yang orang Indonesia asli, classmate itu ya semuanya teman, rekan-rekan di PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) ya semuanya teman. Tidak peduli sedekat apapun dan sesering apapun saya berbicara dengan mereka, mau dekat mau biasa saja, mau sering ngobrol mau jarang ngobrol, mau hanya sering sekadar menyapa saja, semuanya teman. Kakak kelas saya ya teman juga. Adik kelas juga teman.

Terakhir, sedikit uneg-uneg dari saya, definisi “tomodachi” ini agak membuat saya dan beberapa teman (ya, teman) saya dari Indonesia maupun Malaysia merasa bahwa orang Jepang kurang hangat meskipun mereka sangat ramah^^ Orang Indonesia dan Jepang sama saja ramahnya, tapi dengan melihat definisi Tomodachi, jadi terasa tidak hangat ya. Ya, cuma opini saya saja sih...

アユ

   

0 comments :

Post a Comment