Thursday, May 2, 2013

Endodontis

Apa itu endodontis? Endodontis berasal dari bahasa Yunani, terdiri atas dua kata, "Endos" yang berarti dalam dan "dontis" yang berarti gigi. Jadi, endodontis berhubungan dengan terapi pada gigi bagian dalam, yakni sampai ke dalam akar gigi. Di Amerika Serikat, Endodontis termasuk dalam salah satu bidang spesialis dokter gigi.


Kapan dilakukan terapi endodontis?
Sepanjang pengalaman saya (asiiiik gaya euy), sebagai pasien tentunya, endodontis dilakukan saat terjadi kelainan pada jaringan di bawah atau di dekat akar gigi, seperti peradangan (inflamasi). Radang pada daerah ini kadang mengakibatkan abses dan tidak jarang berhubungan erat dengan kerusakan bagian enamel dan dentin gigi.
Duh, yang masih bingung sama bagian-bagian gigi, monggo lah liat dulu

 

Lalu apa itu terapi endodontis? Terapi endodontis disebut juga terapi kanal akar gigi (root canal). Sebelum dilakukan terapi, biasanya dilakukan Roentgen terhadap bagian gigi dan gusi yang "sakit" untuk mengetahui letak "sakitnya". Setelah itu, baru deh dilakukan endodontis.

Singkatnya, mari kita lihat gambar berikut

 




Seberapapun lubang yang terlihat pada enamel gigi, tetap akan dilakukan pengeboran untuk mempermudah dokter dalam terapi. Eh, sebelum dibor, tentunya pasien dianestesi dulu lho (setidaknya demikian pada kasus saya) dengan anestesi lokal.

Pengeboran dilakukan sampai daerah pulpa sehingga nantinya endodontic file (semacam jarum berukuran kecil) bisa mencapai ujung distal (bawah) akar gigi.  Setelah itu Endodontic file dimasukkan sampai menembus ujung akar gigi dan pembersihan debris-debris pun dilakukan. Pembersihan ini bisa memakan waktu berkali-kali tergantung tingkat keparahan infeksi dan pembersihan harus benar-benar bersih agar peradangan tidak berulang.
Karena kanal akar gigi dipenuhi oleh serabut saraf, dokter gigi sangat berhati-hati dalam memasukkan endodontic file dan biasanya rasa sakit akan muncul pada saat pembersihan. Ya, meskipun sudah dianestesi lokal, tetap muncul >o< Tapi tenang saja, dokter gigi sudah
terlatih sehingga saat ada respon sakit sedikit saja dari pasien, ia akan segera menghentikan gerakan pembersihan secara aman. :D



 
 Endodontic file


Setelah jaringan di sekitar ujung distal akar gigi bersih, dilakukan Roentgen kembali untuk memastikan jaringan di sekitar akar gigi bersih dari debris. Langkah akhir adalah penutupan lubang pada bagian enamel dan dentin. Agar "tutup"nya pas, dilakukan pencetakan gigi. Waktu itu saya diminta untuk menggigit suatu cetakan karet yang akan menyesuaikan bentuk dengan gigi yang akan ditutup dan "match" bentuknya dengan gigi atas. Penutupan gigi diawali dengan memasukkan material pengisi,biasanya gutta-percha (polimer yang berasal dari latex percha), kemudian pada bagian luar ditutup dengan semen (semen untuk gigi lho ya) yang ditempelkan dengan perekat. Nah, semen inilah yang tadi dicetak membentuk gigi.  

Pada kasus gigi saya yang bagian mahkotanya waktu itu sebagian sudah mengalami erosi, semen yang dicetak serupa mahkota gigi sangat penting untuk menutup gigi tanpa mengurangi fungsi normal mengunyah dan menggigit. Bayangkan kalau hanya ditutup saja dan tidak 'match" dengan gigi atasnya? Saya tidak bisa mengatupkan rahang atas dengan bawah nanti.

Hasilnya? Rasa sakit hilang dan gigi bisa mejeng lagi :D
Hoho,,

Lalu dimana bisa melakukan ini? Tentunya tidak semua dokter gigi bisa atau menyediakan fasilitas endodontis. Yang saya tahu di Jakarta ada sebuah klinik yang menerima endodontis, dan karena perawatannya cukup detil, harga terapi juga tidak murah. Sebagai gambaran saja, di Tokyo satu kali terapi endodontis menghabiskan 3000 yen atau Rp 300.000,- Mungkin di Jakarta lebih murah atau bahkan lebih mahal ya ^^


Yang berminat silakan mencoba ;)


アユ

 #Disclaimer:






0 comments :

Post a Comment