Saturday, August 18, 2012

PANDA di Ueno Zoo


Setelah beberapa waktu lalu (sepertinya tahun lalu) saya posting tentang ‘Tuker-tukeran Panda’ antara Jepang-China, kali ini saya mau mengabarkan kalau awal Juli lalu lahir bayi panda dari Panda tuker-tukeran itu J

Ibu Panda yang bernama Xinxin (saya tidak tahu cara mengeja nama yang benar) ini merupakan ‘ibu baru’ alias baru satu kali melahirkan anak Panda.  Entah kaerna alasan ini atau alasan lain, maka Ueno Zoo menerapkan metode merawat si bayi yang merupakan gabungan antara “merawat secara alami” dengan “bantuan manusia”.

Segera setelah bayi Panda lahir, ia langsung disusui oleh sang ibu.  Menurut staf Ueno Zoo, insting Xinxin sebagai ibu baru cukup baik, ia mampu mengenali suara ‘tangisan’ bayi Panda dan secara alamiah menyusui sejak hari pertama serta menunjukkan prilaku merawat si bayi. 

Signalement dari bayi Panda diambil pada hari ke-3 pasca-kelahiran. Bayi Panda diselimuti dengan handuk, kemudian ditimbang sekaligus didokumentasikan dalam bentuk foto.  Hasilnya, bayi panda memiliki bobot badan 133 gram, berjenis kelamin jantan, dan warna rambut putih masih sangat dominan.  Sementara itu, bobot badan rata-rata bayi Panda berumur 3 hari seharusnya sekitar 150 gram.  Satu minggu sejak bayi Panda lahir disebut sebagai periode kritis untuk menentukan survival rate si bayi.  Oleh karena itu, pada hari ke-3 sampai ke-5, bayi Panda dipindahkan ke inkubator dan memperoleh ‘Panda Milk’ racikan manusia.  Kandungan lemak dalam panda Milk sekitar 40%.  Sebagai perbandingan, susu formula bayi manusia hanya mengandung 25-27% lemak.  Setelah lebih kurang dua hari mendapat perwatan manusia, pada hari ke-5 bayi panda dikembalikan pada sang ibu untuk memperoleh ASI.  Metode merawat bayi Panda dalam inkubator-mengembalikan ke ibu-inkubator-kembali ke ibu selama beberapa waktu dilakukan untuk :

1. Meningkatkan survival rate bayi Panda
     2. Memperkenalkan dan membiasakan diri ibu Panda untuk merawat bayinya. Sebagai ibu baru,  ada kemungkinan Xinxin menolak untuk merawat ataupun menyusui anaknya meskipun pada 2 hari awal perilaku merawat bayi sudah terlihat.

Ketika ibu Panda sudah terlihat ‘relaks’ dalam merawat bayinya, maka si bayi Panda perlahan mulai dibiarkan bersama ibunya secara alamiah dan pemberian Panda Milk serta perawatan dalam inkubator dapat dihentikan.

Cara perawatan bayi Panda secara non-alamiah merupakan yang pertama kali dilakukan di Jepang, namun demikian hal ini sudah dilakukan di China sejak lama.  Xinxin dan Lili (ibu dan ayah bayi Panda) dibesarkan di China dengan cara seperti ini.  Campur tangan manusia lebih banyak dibandingkan dengan peran ibu Panda mereka.  Meskipun metode non-alamiah ini berhasil dilakukan di China, namun pihak Ueno Zoo tetap berencana untuk menerapkan metode alamiah, yakni bayi Panda dirawat sepenuhnya oleh si ibu.


                 3 hari              4 bulan          1,5 tahun          2 tahun              5 tahun

***Info tambahan:
Kalau bayi Panda tumbuh sehat, maka:
1. Pada usia 4 bulan, bobot badannya akan mencapai 10 kg.  Warna rambutnya juga akan mulai menunjukkan pola hitam-putih  khas panda.
2. Usia 1,5 tahun, bobot badannya dapat mencapai 50 kg.
3. Usia 2 tahun, bobot badan sekitar 70 kg.
4. Menjelang usia 5 tahun, panda dikatakan sebagai panda dewasa dan bobot badannya hampir sama dengan bobot badan rata-rata seorang pegulat sumo, yakni 130 kg.


Source: イチメン by Sakurai Caster on NTV©
July 9th 2012


アユ

0 comments :

Post a Comment