Friday, August 24, 2012

Kenapa lebih besar di Jakarta?



Kenapa lebih besar di Jakarta? Itulah pertanyaan saya begitu melihat convinient store bernama “7 eleven” di Jakarta.  Tunggu dulu, apa itu convenient store dan 7 eleven? Convinient store atau konbini (コンビ二) dalam bahasa Jepang adalah semacam supermarket berukuran mini dan diperuntukkan bagi transaksi sedikit dan cepat. Misalnya, makanan kemasan cepat saji untuk sarapan, notebook mini saat akan berpergian dan lupa membawa, mengambil uang, membeli koran, maupun transaksi lainnya.  Setidaknya begitulah fungsinya di negeri seberang sana.  

Ukuran tokonya pun lebih kecil dibanding supermarket karena tidak menjual bahan makanan mentah yang harus diolah, semuanya yang sudah siap saji. Barang lain yang selain makanan pun hanya sekadar “yang biasanya lupa atau tertinggal di rumah tapi harus dibawa” seperti notebook mini, dasi misalnya untuk kaum pria, masker penutup hidung dan mulut, dsb.  Selain ukuran yang lebih kecil, pelayanannya pun berlangsung sangat cepat dan gesit.  Maklum, biasanya orang-orang yang pergi kesini sedang akan pergi bekerja, kuliah, maupun kegiatan lainnya.  Letaknya? Sangat umum di dekat stasiun dan halte bis.  Pas kan, kalau bangun siang belum sarapan, tinggal mampir beli onigiri (nasi kepal) atau roti lalu dimakan sambil jalan. J





7 eleven tampak depan di Fuchu, Tokyo


Eits, ternyata fungsinya bukan cuma itu lho, selain ada ATM bersama (ya, hampir semua bank di Jepang) juga melayani pembayaran segala macam tagihan (listrik, air, telepon, hp, gas) dan pembelian tiket (tiket konser, tiket masuk Disneyland). Wuaaahh… Yang unik adalah “magazine and comic corner”. Di sini biasanya berkumpul anak muda dan dewasa muda (18 sampai 30-an) untuk membaca gratis (yak, gratis sodara-sodara) komik dan majalah keluaran terbaru.  Oya, ada bocoran nih, semakin ke dalam, biasanya majalah/komiknya semakin 20++ isinya lho, hehe…

Kalau untuk makanan cepat saji, selain yang dipajang di display berpendingin dan bisa dipanaskan di microwave saat membayar di kasir, ada juga yang bener2 “hot”.  Biasanya yang begini oden (semacam sup yang isinya macem2) dan ubi panggang.  Letak makanan “hot” (beneran panas soalnya, hehe) ada di samping kasir dan kita langsung pesen langsung bayar langsung makan panas2, sluuurrrrppp. Hmmm…

                                    
Oden yang disajikan panas-panas J


Lalu, bagaimana dengan yang di Jakarta? Jujur, saya jarang sekali wara wiri ke 7 eleven di Jakarta, secara letaknya di kawasan “elit” dan jumlahnya juga cuma sedikit ^^ Harga barang yang dijual pun sedikit di atas harga yang dijual di konbini a la negeri sendiri (sebut saja indomart dan alfamart).  Yang menjadi perhatian saya adalah: 1. Lokasi  2.Ukuran bangunan dan temoat parkir  3. Harga barang dan konsumen.

1.  Lokasi. Seperti yang saya bilang, cenderung di lingkungan “elit” dan pinggir jalan raya seperti di Kemang dan Senayan misalnya.  Sedangkan di negara asalnya, 7eleven berada di hampir tiap sudut kota, di dekat stasiun, di permepatan jalan, dsb. Di kampong tempat saya tinggal dulu (Koganei, Tokyo) paling sedikut ada 5 toko 7eleven dengan luas kampung saya yang tidak lebih besar dari 2 kecamatan di Bogor^^



                                   
7 eleven di Jakarta


2. Ukuran bangunan.  Di negara asalnya, 7eleven hanya seukuran (sebut merk aja ya) Indomart atau Alfamart pada umumnya di Indonesia.  Bagaimana dengan ukuran 7eleven di Jakarta?  3-4 kali ukuran toko yang ada di negara asalnya.  Bahkan sampai 2 lantai. Ckckckc… Tempat parkirnya pun cukup luas untuk menampung beberapa ekor mobil, dan sedikit puluh sepeda motor ditambah halaman untuk “nongkrong”.  Di negara asalnya? Paling banyak cukup untuk 3 mobil atau sama sekali tidak ada tempat parkir bahkan untuk sepeda pun hanya bisa 5 ekor^^


                                      
Tempat Nongkrong di dalam 7 eleven di Jakarta



3.  Harga barang.  Untuk yang satu ini, saya mohon jangan meng-“kurs”kan harga di Tokyo dalam JPY ke IDR.  Tapi, kita lihat berdasarkan “harga standar” untuk standar ekonomi masing-masing negara.  Meskipun sebagai mahasiswa irit, saya merasa harga beberapa barang di 7eleven Tokyo sedikit lebih mahal dibandingkan dengan yang dijual di supermarket grosir (ya iyalah, grosir), saya merasa harga yang dipasang cukup “standar” dan “wajar” untuk semua kalangan.  Misalnya, harga sebotol air mineral di supermarket grosir berkisar antara 98-130 JPY.  Ya, 7eleven menjual dengan harga 98-150 JPY.  Tidak terlalu jauh.

Lalu, bagainana dengan yang di Jakarta? Hmmm,, selisih harga sebotol air mineral yang pernah saya beli bisa sampai Rp 3000 dari yang dijual di konbini rakyat.  Ditambah adanya wi-fi dan space khusus untuk nongkrong, jadi makin “beda” rasanya. 

Menurut pendapat pribadi saya sendiri, ada “perbedaan” yang cukup jelas antara 7eleven di negara asalnya dengan di negeri saya tercinta.  Ada semacam label “prestige” dan “elite” yang tertempel pada konsumen maupun tokonya itu sendiri.  Sebagian besar yang datang adalah kalangan menengah ke-atas, dengan jinjingan kunci mobil, smartphone, dan atau netbook.  

Entah bagaimana bilangnya, saya merasa ada (maaf) penjajahan dalam bentuk modern di sini meskipun mungkin bukan begitu maksudnya sang pemilik 7eleven membuka cabangnya disini.  Kadang saya sendiri miris melihat teman-teman “menengah ke atas” saya membanggakan dirinya nongkrong di 7eleven, padahal di negara asalnya, itu cuma sebuah “toko biasa” yang didatangi mulai dari pelajar dan mahasiswa dengan uang saku pas-pas2n, ibu rumah tangga, maupun pegawai kantoran yang harus mengirit gajinya, sampai orang-orang yang berpenghasilan lebih.

Kalau saya, tidak memilih untuk ke 7eleven di Jakarta kalau tidak terpaksa, tapi kalau di Tokyo, ya pasti kesana.


アユ

2 comments :

Rizki Pradana said...

wah di bogor sepertinya blum ada tuh 7eleven..
klo liat 7eleven jd inget film thailand "Top Secret".hehe..

oia back link dah aku pasang di sahabat blogger..
makasih udah mampir..:)

larasrahayu said...

wah, jangan sampe ada di Bogor deh^^ kita pake produk dalam negeri aja, Indomart :)
hoho, ada di Thailand juga ya si tujuh-sebelas^^


sama-sama, thank u udah mampr juga...

Post a Comment