Sunday, April 8, 2012

My Dearest Camera

Judulnya agak lebay mungkin, tapi ga pa pa lah, sekali dua kali. hehe

Kehilangan kamera. Bukan yang pertama kali buat saya. Tapi semoga kali ini saya masih bisa memiliki kamera saya lagi seperti hilang yang pertama kali. Agak miris memang. Pertama kali hilang waktu kamera itu baru dipakai sekitar 1 bulan. Ternyata "hilang" dengan cara yang agak lucu, "Nyemplung di sepatu boots nya sensei". Ini gabungan antara hasil kecerobohan dan kebetulan yang sangat aneh. Bisa-bisanya itu nyemplung nya pas masuk ke sepatu boots ^^

Hilang yang kedua, ya baru tadi. Sekitar pagi di hari yang sama saya menulis tulisan ini. Kronologisnya agak panjang, tapi ya sudahlah. Kalau dibahas nanti jadi cerita detektif ini ^^

Bukan "gimana ceritanya itu kamera bisa hilang" yang saya mau tulis. Tapi, apa saja yang saya sudah lewati (ciee bahasanya) bersama kamera saya itu.

Kamera saya merk Canon IXY warna biru muda dengan 10 MP dan 5x Optical Zoom. Saya masih ingat membelinya sekitar akhir tahun 2009. Saat itu say melihat kamera dengan model yang sama punya seorang teman (sebut saja tante Indah). Saya tertarik karena saat itu saya lagi cari kamera digital dan masih awam dengan kamera. Begitu melihat hasil jepretan tante Indah dgn kamera tsb, maka saya pun berminat untuk membeli :)

Setelah menghitung-hitung uang tabungan, akhirnya saya pun memutuskan untuk membeli si kamera secara online. Sma seperti yang dilakukan tante Indah dan saya pun meminta bantuan tante Indah yang tahu spec dan Mas Ganjar yang saat itu sudha cukup "fasih" bahasa jepangnya. :)

Kamera biru ini udah saya pakai untuk segala macem acara, mulai dari yang penting kayak jalan-jalan (jalan-jalan itu penting, sodara sodara) sampai yang ga penting  kayak wisuda (soalnya udah ada fotografer profesional yg hasil potretnya lebih bagus dan eksklusif, hehe). Singkatnya, beberapa hal yang jadi "highlight" buat sejarah kamera saya ini:

1. kamera pertama yang saya beli dengan uang saya sendiri (uang JASSO lebih tepatnya)
2. teman saya belajar foto-foto dan jadi suka foto-foto. Bukan dalam arti "narsis", tapi saya yang jadi juru fotonya ^^
3. mengingatkan saya pada "guru" fotografi saya, tante Indah dan mas Nadhry :) plus satu lagi, Agung :)
4. hasil fotonya terkesan punya warna yg lebih "natural" dan "terang", dalam cahaya yang minim masih bisa menghasilkan foto yang bagus :)
5. pernah "tukeran batere dan SD Card" sama "kembaran" beda warnanya.
6. pernah ga sengaja diriku menghapus video "eksklusif" fire show di konser arashi ^^
7. setelah di tanah air, lebih banyak "berlatih" dengan foto makro :)
8. pernah melayang dari tangan, membentur lantai paving block dan bonyok ^^ tapi alhamdulillah fungsi utamanya tidak berubah
9. masih banyak lagi yang ga cukup kalo di-list ^^

Kalau memang masih "jodoh" ya saya sih berharap masih bisa melihat dan menggunakan kamera saya lagi, tapi kalo tidak ya saya harus belajar untuk ikhlas berarti. Saya rasa banyak hikmahnya juga atas kehilangan ini.   Mungkin saya sedang "ditegur" oleh yang maha kuasa atas kesalahan2 saya, mungkin saya kurang banyak dan ikhlas dalam bersodaqoh. Saya juga jadi merasakan bagaimana "simpati" dan "solidaritas" teman2 satu angkatan saya. Cukup terharu juga, semua rela menunda kepulangan sejenak demi membantu saya mencari kamera kesayangan saya itu (kayaknya kalo diterusin jadi lebay deh, hehe).



Saya tidak bisa membayangkan kalau seorang fotografer atau penghobi fotografi yang sudah "freak" kehilangan kamera nya. I hope no one of them would experienced the same as mine :)

Akhir kata, satu kata untuk kamera-ku : Otsukaresamadeshita :)

アユ



My First Picture with My Camera capturing herself by herself
Location: Tondokku Studio

1 comments :

Rizki Pradana said...

postingan2nya sangat menarik dan bermanfaat,,terus menulis,,karena dengan menulis kita bisa mengembangkan imajinasi kita dan menjadikan kita lebih kretaif ^_^

salam kenal
kalau berkenan silahkan mampir ke EPICENTRUM
folloback juga ya buat nambah temen sesama blooger,,tukeran link juga boleh,,makasih..^_^

Post a Comment