Wednesday, December 7, 2011

Cerita dari Konferensi Patologi se-Asia bagian 1



Tanggal 22-24 November 2011 lalu diadakan (istilah kerennya) Joint Meeting antara Asosiasi Patologi Veteriner se-Asia dan se-Indonesia. Pagelaran besar orang-orang patologi ini diselenggarakan di IPB International Convention Center (di mana lagi) dan dihadiri oleh orang-orang hebat di bidang patologi dan rekan-rekannya. Delegasi dari masing-masing negara yang tak lain adalah ketua asosiasi patologi di negaranya juga turut hadir dan berbagi ilmu dengan kami. Selain itu, para tamu dalam negeri yang tak kalah hebatnya juga datang, seperti wakil WWF, Balai Besar Veteriner, sampai para Profesor Patologi.

Cukup banyak ilmu yang bisa saya dan teman-teman panitia mahasiswa dapatkan. Tidak hanya ilmu tentang dunia kedokteran hewan, tetapi juga ilmu bagaimana cara bersosialisasi dengan rekan dari berbagai latar belakang pendidikan maupun budaya. Tentu saja, karena ini adalah pertemuan gabungan dengan Asosiasi Patologi Asia, maka tamu yang datang adalah para Profesor dan mahasiswa dari negara-negara anggota seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam, Taiwan, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Philipines, serta tamu dari negara calon anggota, India.

Selain seminar yang diberikan oleh para Presiden asosiasi patlogi setiap negara, diadakan pula sesi poster untuk menampung hasil penelitian yang tidak cukup bila semuanya ditampilkan dalam seminar. Yang menarik dari sesi poster adalah, para pemenang poster terbaik semuanya berasal dari Indonesia. Bukan bukan, bukan KKN, penilaian kan dilakukan bersama dengan kriteria yang disepakati oleh semua negara anggota. Tapi memang dari segi desain, layout, dan keefektifan pemakaian kata, poster hasil karya para ahli patologi Indonesia memang memenuhi kriteria poster ilmiah yang baik dan menarik.


Salah satu poster yang menang tentang kasus kematian Badak Sumatra


アユ

1 comments :

Eric Chand said...

good article


domino qiu qiu

Post a Comment