Friday, June 3, 2011

Rangga Rusa


Saya menulis post ini karena waktu kuliah tadi saya menemukan sebuah istilah yang saya baru tahu tentang rusa, yaitu "Rangga". Rangga? kayak nama beberapa temen saya donk? Ya, entah saya yang kurang wawasan atau memang karena saya bukan pemerhati satwa liar, jadinya waktu dosen menampilkan rangga rusa sebagai komoditas bernilai ekonomis, saya bingung. Untung saya duduk di sebelah anggota Himpro Satli, langsung deh dengan muka polos (padahal ga polos), saya tanya "rangga itu apa?" dan jawaban teman saya "rangga itu (membuat isyarat tanduk di atas kepala) atau disebut juga velvet"
Oh, jadi gitu... meskipun masih bingung, tapi saya terima aja kalo "rangga" itu "tanduk" rusa dan velvet itu menurut perkiraan saya adalah istilah khusus dalam bahasa inggris untuk "tanduk rusa" (setelah saya cek di kamus, ternyata velvet=tanduk). Lalu, saya mengajukan pertanyaan bodoh lagi "Tanduk rusa itu kenapa disebut rangga? kenapa bukan tanduk?" Untungnya teman saya yang satu ini masih sabar menjawab "Ya memang namanya itu". Saya pun tidak melanjutkan pertanyaan bodoh saya lagi :)

Ngomong-ngomong soal tanduk eh rangga rusa. Menurut info yang saya peroleh dari ngobrol2 singkat dengan teman saya, ternyata rangga rusa itu bisa menentukan umur rusa. Jika tumbuh 1 pasang, maka umurnya 1 tahun, 2 berarti 2 tahun, dan seterusnya. Mirip seperti tanduk sapi yang bisa dipakai untuk mendeteksi umur sapi berdasarkan cincin di tanduknya. Ya, kalau sapi baru disebut tanduk (horn) :)

Tambahan, mengenai rangga, struktur di atas kepala rusa ini hanya dimiliki oleh rusa jantan. kalau sapi kan jantan dan betina dua-duanya punya tanduk.

Ok deh. Jadi mulai sekarang kalau menyebut tanduk rusa ya rangga rusa. Tanduk sapi ya tanduk :)
Nah, kalau rusa yang ada di foto ini, umurnya berapa?




アユ


5 comments :

Danang D. Cahyadi said...

jawab aah...hihi. Kalo yang ini sekitar 2 tahunan, ranggahnya belum terlalu dewasa... Oia mbak, mau nambahin, kalau ranggah (velvet) itu bedanya sama tanduk adalah ==> ranggah itu suatu diferensiasi dari lapisan epidermis kulit, tanpa ada processus cornualis seperti pada sapi,kambing, domba....makanya bukan disebut tanduk (horn)....dan ranggah itu punya siklus, jadi setiap kali ranggahnya udah tua (keras), ranggahnya bisa lepas sndiri n tumbuh lagi 3-4 bulan kemudian (kalo yg tadinya 1 cabang, pas tumbuh lagi cabangnya 2, itulah kenapa bisa digunakan utk memperkirakan umur)....Nice post, salam blogger

ayudesu said...

wah wah... dikomentarin sama ahlinya (panik) O.o jadi enak hehe... thanks for the info ya mas danang ;)

asudomo said...

wah, jangan jangan aku adalah anak satli yang dimaksud hahahahaha

bener kata danang mbak, bedanya ranggah (yang bener pake "h" mbak, bukan "rangga" kayak nama temennya mbak ayas hehehe) sama tanduk itu klo ranggah bisa lepas dan tumbuh lagi, sedangkan tanduk tidak, jika tanduk patah, atau lepas tidak bisa tumbuh lagi

coba cek ke http://www.merriam-webster.com/dictionary/corn
keliahtan jelas lho bedanya hehehehe

asudomo said...

eh iya mbak, ranggah juga ada hubungannya sama reproduksi lho

ayudesu said...

agung... emang kapan aku nanya agung? ^^ aku nanya mbak disa kemaren :P
sip..sip... aku cek websitenya ya. Thanks for the info.

O,ya yang ada hubungannya sama reproduksi tuh dalam hal apanya? ^^

Post a Comment