Saturday, May 21, 2011

ハナミズキ ・ HANAMIZUKI (Symphony)


Hanamizuki, film yang diadaptasi dari lagu berjudul sama, memiliki setting tempat yang sangat indah, di antaranya wilayah pedesaan di pesisir Hokkaido, Jepang, salah satu daerah pesisir di Canada, dan hiruk pikuk New York serta Tokyo. Tempat tinggal tokoh utama wanita, terletak di sebuah pedesaan dengan rumah di tengah lahan pertanian. Di depan rumah mungil terbuat dari kayu cat putih, ditanam pohon Hanamizuki. Hampir di setiap adegan di Hokkaido selalu menampilkan hamparan padang rumput yang luas maupun daerah pesisir pantai lengkap dengan mercusuar menjulang indah. Sementara itu, beberapa adegan di Canada memperlihatkan sebuah kota pelabuhan kecil dengan daerah berbukit, berbagai perahu yang berlabuh, serta jalan kota yang sepi, tenang, dengan arsitektur bangunan yang unik khas benua Amerika. Selain kedua tempat yang memang memiliki pemandangan indah sebagai wilayah “countryside”, setting kota besar Tokyo dan New York yang sangat hiruk pikuk juga tak kalah indah.

Pohon hanamizuki yang diatanam oleh ayahanda Sae saat ia masih kecil, akhirnya berbunga saat ia berusia 20 tahun lebih dan telah berhasil meraih cita-citanya. Ketika ia menemani sang ayah menanam benih, Sae kecil bertanya kapan tanaman itu akan tumbuh dan berbunga. Pertanyaan lugu itupun dijawab oleh ayahnya dengan lembut bahwa suatu saat pohon itu akan tumbuh dan berbunga dengan indah. Dan bahwa pada saat tanaman itu berbunga, saat itu mungkin Sae juga telah tumbuh dewasa dan berkembang seperti bunga hanamizuki. Ucapan mendiang ayahanda Sae terasa kembali terdengar nyata ketika Sae pulang ke kampung halamannya dari New York dan berdiri di pekarangan rumah mungilnya di Hokkaido. Seperti mimpi dan sebuah keajaiban, hanamizuki berbunga di saat yang tepat.

Secara tersirat, film ini juga menyimpan pesan moral akan pentingnya mengejar cita-cita sesulit, selama, dan sejauh apapun cita-cita itu berada. Sae, sang tokoh utama wanita yang berasal dari pedesaan Hokkaido, bercita-cita menuntut ilmu di Tokyo menjadi seorang ahli bahasa Inggris. Demi mencapai cita-citanya itu ia belajar keras (saking rajinnya, di kereta pun ia terlihat membaca buku dan catatan kecil) dan setelah lulus ujian masuk Universitas Waseda Tokyo yang terkemuka, ia tetap belajar sungguh-sungguh dan bersemangat dengan kerja sambilannya sebagai pengajar bahasa Inggris anak-anak. Setelah lulus, Sae sempat tinggal di New York untuk bekerja sebagai jurnalis sebuah majalah. Meskipun, dapat dikatakan “cita-cita” nya sudah tercapai, Sae tetap bekerja keras karena menanggap dirinya masih belum mahir.

Akhir kata, tampaknya para staf berhasil menggambarkan lagu Hanamizuki sebagai sebuah film dengan segala keindahan, baik setting, cerita, maupun tokoh-tokohnya itu sendiri.


Disclaimer:

TBS TV Japan

2 comments :

Indah Nurmawarti said...

udah nonton,,,tapi alur ceritanya lambat di akhir, padahal udah ketebak akhirnya kaya gimana...bikin geregetan deh

ayudesu said...

hahaha... emang klise sih ndah... apalagi ayu, sebelum nonton udah diceritain dulu sama temen, tambah ga seru deh ><

Post a Comment