Monday, April 25, 2011

Si Penjual Jeruk Mungil


Kejadian ini sebenarnya sekitar bulan Agustus tahun lalu di Jeoang. Waktu itu sore hari (sepertinya sore, yang pasti cukup panas) saya mau pergi ke kantor pos untuk mengirim paket buku-buku dan majalah. Dus berukuran sedang (kira-kira cukup untuk belasan tumpuk majalah) yang ditaruh di jok belakang sepeda, saya menuntun sepeda ke kantor pos yang berjarak lebih kurang 15 menit jalan kaki orang Indonesia dari International House tempat saya tinggal.


inilah TKP nya :D

Ketika saya sedang berjalan ke arah kantor itulah seorang anak muda, laki-laki (kelihatannya seumuran dengan saya) menghampiri saya dengan senyum lebar dan semangat menawarkan mikan*) yang dijualnya layaknya pedagang asongan di Indonesia.saya masih ingat dengan pakaian dan topi serba merah, kotak berisi puluhan mikan dengan tali digantungkan ke leher, sebungkus plastik diikat rapi pada semacam tas pinggang, dan tentu saja semangat menawarkan mikan. kira-kira beginilah percakapan singkat kami:

Penjual: "mbak, mau beli mikan? manis lho"
Saya: "wah, mikan ya? maaf ya tapi sekarang tangan saya lagi repot" (sambil memberi isyarat satu tangan memegang stang sepeda dan tangan lainnya memegang dompet serta menahan agar dus tetap pada tempatnya).
Penjual: (tetap dengan senyum lebar) "oh begitu ya... terimakasih" (menunduk tanda permisi)
Saya: (menunduk) "maaf ya"

Yang membuat saya terkesan adalah keberanian si penjual menghampiri saya yang notabene adalah "orang asing". Tentu saja penampilan saya dari atas sampai bawah "sangat asing" meskipun pakaian dan yang saya pakai saat itu belinya di toko pakaian di Jepang sih, hehe (ga ada hubungannya).

Lalu yang membua saya salut adalah semangatnya menjual mikan dengan cara yang jarang saya temukan di Tokyo (mungkin pertama kalinya saya lihat). Saya sempat melihat si Penjual setengah berlari kesana kemari menawarkan mikan pada orang-orang yang berlalu lalang dengan senyum ramah dan tidak memperlihatkan kepanasan maupun kelelahan sedikitpun (saya ingat hari itu panas sekali, secara musim panas ;). Saya sempat berpikir untuk membeli mikan karena penasaran dengan rasa mikan yang dijual dengan cara "tidak biasa" itu. namun saat kembali dari kantor pos, saya melihat si penjual masuk ke salah satu restoran untuk menawarkan mikannya dan setelah itu langsung lari ke arah lain untuk mencari "target" pembeli yang berbeda. Sayang sekali, saya sebenarnya sedikit menyesal tidak membeli mikan tersebut. padahal kalau mau, saya bisa sedikit "meluangkan" tangan untuk membawa mikan.
semoga si penjual bersemangat itu laris manis berjualan mikan ^^



*) mikan=semacam jeruk mungil tanpa biji dan sangat manis

0 comments :

Post a Comment