Monday, January 3, 2011

Veterinarian Dolittle: Heart, Bussiness, and Life


Veterinarian Dolittle (獣医ドリトル) adalah dorama yang diangkat dari manga dengan judul sama, ditayangkan di TBS TV pada akhir musim gugur tahun lalu. Dorma sebanyak 9 episode ini bercerita tentang seorang dokter hewan, Tottori-sensei (diperankan oleh Oguri Shun), yang sangat ahli dalam bedah namun dikenal memiliki temperamen yang buruk sehingga sering berbicara terlalu tegas dan straight to the point (kalau tidak mau dibilang kasar) sehingga seringkali ditinggal client yang tidak tahan dengan omongannya. Selain sering berbicara keras (sekali lagi, kalau tidak mau dibilang kasar), dokter hewan lulusan Universitas Kanto ini juga sangat menyukai uang (kalau tidak mau dibilang matrealistis), setiap kali akan memeriksa pasien, beliau pasti akan menyebutkan dahulu biaya pengobatan yang diperlukan. Tentu saja hal ini sangat membuat client (sangat) terkejut dan protes karena selain harga yang terkesan "dipatok" di awal, biaya yang disebutkan pun selalu tinggi. Jika sudah demikian, biasanya Tottori-sensei akan mengatakan bahwa "betapa sulitnya mengobati hewan" atau "jika hal ini terjadi pada manusia, biaya yang diperlukan juga pasti sama tingginya karena hewan dan manusia sama saja". Akan tetapi dua kalimat andalan yang sering dilontarkan dan sering membuat client dan koleganya shock adalah "Saya bukan pekerja sukarela" dan "Dokter Hewan adalah bisnis" atau dalam bahasa Jepang 「俺はボランティアーじゃない」 serta 「獣医はビジネスだ」Tottori-sensei yang kaku itu mendapat julukan "Dolittle" dari dosen dan koleganya di universitas karena kemampuan dokter tersebut yang luar biasa seperti tokoh dalam sebuah novel, Dr.Dolittle.

Tottori memiliki klinik dengan bangunan antik dan lokasi terpencil di pinggir kota namun memiliki fasilitas medis yang sangat lengkap, tidak kalah dengan rumah sakit besar milik Domon Taizou-sensei, Emperor Animal Hospital (EH) yang memiliki cabang tersebar di seluruh Jepang maupun dengan klinik elit Hanabishi Animal Clinic (HAC) milik teman satu almamaternya, Hanabishi Yuu-sensei (diperankan oleh Narimiya Hiroki).

Tottori-sensei awalnya bekerja sendiri tanpa asisten seorangpun, namun suatu hari ia merekrut seorang client-nya, Tajima Asuka (diperankan oleh Inoue Mao) karena yang bersangkutan tidak mampu membayar biaya pengobatan kudanya yang sakit. Sebagai seorang amatir, Tajima harus bekerja keras mempelajari berbagai istilah dan teknis dalam dunia kedokteran hewan dan tentu saja ia sering dibentak oleh Tottori-sensei yang menjulukinya "amatir".

Tottori Animal Clinic yang antik

Seperti telah disinggung sedikit sebelumnya, sebuah Rumah Sakit Hewan elit yang memiliki reputasi sangat baik serta mempunyai cabang di seluruh Jepang, Emperor Animal Hospital (EH) menjadi saingan yang cukup berat bagi klinik Tottori-sensei. Meskipun demikian, kadang-kadang beberapa pasien EH dirujuk ke klinik Tottori jika pemilik masih ingin mempertahankan nyawa hewan kesayangannya sementara keputusan dokter hewan EH menganjurkan untuk euthanasia. hal ini dilakukan demi menjaga reputasi EH yang tidak ingin gagal sekalipun dalam operasi yang dirasa sangat sulit atau dalam mengobati penyakit yang kemungkinan sembuhnya di bawah 20%. Semua pasien yang dirujuk ke klinik Tottori selalu berhasil diselamatkan berkat keahlian Tottori-sensei dalam teknik bedah.

Sebagai rumah sakit hewan elit dengan sistem chain bussiness, reputasi menjadi nomor satu. Hal ini didukung pula dengan sifat Domon-sensei yang sangat ambisius dan "gila jabatan". Bahkan beliau dikatakan sebagai orang yang akan melakukan apapun demi menjaga kehormatan serta reputasinya sendiri. Bagi sensei yang satu ini, kedokteran hewan adalah sebuah industri.


Emperor Animal Hospital yang megah

Selain EH, sebuah klinik elit bernama Hanabishi Animal Clinic (HAC) juga kadang-kadang merujuk pasiennya ke klinik Totoori, bahkan belakangan, sang pemilik, Hanabishi Yuu-sensei sering meminta bantuan Tottori-sensei untuk mengoperasi pasiennya. Hal ini diakrenakan dokter hewan yang dijuluki Charisma Veterinarian itu tidak dapat melakukan operasi akibat trauma masa lalu. Hanabishi-sensei merupakan teman satu angkatan Tottori-sensei yang memiliki kemampuan diagnosa yang sangat akurat. Ia memandu sebuah acara TV, Pet 911, sekaligus merintis program penyelamatan hewan-hewan yang dibuang oleh pemiliknya. Ketidakmampuannya dalam operasi ditutupi dengan merekrut seorang dokter hewan yang bertugas melakukan operasi di kliniknya. Namun, pada suatu hari dokter hewan tersebut mengundurkan diri yang membuat Sang Charisma Veterinarian harus meminta bantuan koleganya, Tottori-sensei.


Hanasbishi Animal Clinic milik Hanabishi Yuu-sensei

Salah satu tokoh penting dalam cerita ini adalah Tomizawa-sensei. Beliau adalah dosen pembimbing Domon-sensei, Hanabishi-sensei, dan Tottori-sensei sewaktu menimba ilmu di Universitas Kanto. Sensei yang terkenal sangat ramah dan perhatian terhadap mahasiswa-mahasiswa nya ini mengabdikan dirinya untuk mengurus sebuah lahan pertanian sekaligus peternakan sapi (Japanese Black Cattle) di daerah pedesaan selain tetap mengajar di universitas.


Tottori-sensei bersama Tomizawa-sensei di peternakan miliknya


Konflik yang cukup rumit terjadi dan melibatkan ketiga mahasiswa Tomizawa-sensei dan yang secara langsung maupun tidak langsung juga melibatkan sensei kharismatik tersebut. Konflik yang menjadi benang merah dalam drama ini bermula sejak terpilihnya Domon-sensei sebagai ketua Asosiasi Dokter Hewan se-Jepang. Beliau menrancang sebuah perogram kerja besar, yakni pembangunan Animal Medical Center yang bertujuan memberikan pelayanan kesehatan hewan dengan memaksimalkan teknologi mutakhir. Tujuan sebenarnya dari pendirian pusat kesehatan hewan tersebut sebenarnya cukup mulia, yakni demi mencapai kesehatan dan kesejahteraan seluruh hewan. Namun dalam proses pendiriannya terjadi banyak konflik politik maupun pribadi.

Domon-sensei yang mengetahui kualitas Hanabishi-sensei dan Tottori-sensei bermaksud merekrut kedua koleganya tersebut dalam proyek besar pembangunan Animal Medical Center. Namun, tentu saja Tottori-sensei menolak mentah-mentah sejak awal. Sementara itu Hanabishi-sensei bersedia bergabung sengan alasan prospek dari pembangunan tersebut sangat baik dalam meningkatkan kesejahteraan hewan di Jepang.
Masalah dimulai ketika Hanabishi-sensei berusaha melakukan operasi terhadap anjing Golden Retriever yang ternyata milik seorang anak dari donatur penting dalam pembangunan Animal Medical Center. Operasi anjing dengan ras dan penyakit yang sama dengan anjing milik Hanabishi-sensei beberapa tahun silam itu harus berhenti di tengah-tengah karena dokter hewan yang bersangkutan kolaps akibat teringat trauma masa lalu. Di tengah kepanikan tersebut, sang asisten, Rumi, menghubungi EH yang langsung direspon dengan kedatangan Domon-sensei beserta staf-stafnya. Setelah mengetahui bahwa client adalah anak dari donatur penting, Domon-sensei langsung mengambil alih jalannya operasi demi menyelamatkan reputasinya. Setelah kejadian ini, anak sulung Domon-sensei, Yuzo, mendesak sang ayah untuk mempublikasikan ketidakmampuan Hanabishi-sensei dalam operasi untuk mengancamnya agar tetap bertahan dalam proyek. Ancaman tersebut dilakukan karena Hanabishi-sensei sempat menyatakan akan mundur diri proyek akibat tindakan Domon-sensei yang menolak mengobati seekor pasien dan malah menganjurkan untuk euthanasia. Ancaman yang dilancarkan Domon-sensei melalui media massa tersebut ditanggapi oleh Hanabishi-sensei dengan pengakuannya di depan punlik melalui acara TV, Pet 911. Charisma Veterinarian ini memutuskan untuk menghadapi kenyataan dan memilih untuk mengakui kelemahannya daripada harus terikat di bawah Domon-sensei. Pengakuan tersebut juga dilakukan demi menyelamatkan lahan pertanian milik Tomizasa-sensei yang terancam tidak mendapat subsidi akibat pengalihan seluruhnya dana kementrian pertanian jepang untuk pembangunan Animal Medical Center. Jika Hanabishi-sensei mengundurkan diri maka proyek Domon-sensei pun kemungkinan besar akan terhenti akibat kurangnya dukungan dokter hewan berkompetensi.

Pengakuan Hanabishi-sensei pun sempat membuat Domon-sensei sebagai ketua Asosiasi Dokter Hewan Jepang mengancam mencabut izin praktek yang bersangkutan serta melemparkan kritik yang sangat tajam di media masa. Beruntung, Tottori-sensei berhasil memaksa sang pemilik EH untuk membela Hanabishi-sensei dengan cara licik namun cukup elegan. Pemaksaan tersebut dilakukan setelah Tottori-sensei mengobati pasien yang salah didiagnosa oleh EH. Kantung resep obat dari EH yang dibawa client menjadi bukti konkret yang dipakai Tottori-sensei untuk mengancam reputasi rumah sakit hewan elit tersebut. Tentu saja ini merupakan cara yang licik namun cukup pintar dengan bukti dan keberhasilan pengobatan yang dilakukan klinik kecil tersebut.


Pengakuan kontroversial Hanabishi-sensei


Setiap episode dalam dorama ini memperlihatkan berbagai konflik yang muncul dari client yang berbeda. Beberapa client memiliki hubungan dengan satu atau lebih tokoh utama dorama ini. Salah satu episode yang cukup "mengena" (terutama bagi saya sebagai mahasiswa kedokteran hewan) adalah episode 7, yang melibatkan seorang anak SMA, Hiroki, yang bercita-cita menjadi dokter hewan sejak kecil karena rasa sayangnya terhadap hewan. Siswa SMA yang rajin belajar tersebut menyelamatkan seekor kucing di tengah jalan yang kemudian dititipkan pada klinik Tottori tanpa sepengetahuan Tottori-sensei maupun Tajima. Meskipun Hiroki sempat menelepon dan berkata akan menjemput serta membayar biaya pengobatan si kucing, siswa kelas 3 SMA yang tinggal berdua dengan neneknya tersebut tidak kunjung datang.

Suatu hari sang nenek membawa anjing kesayangannya ke klinik Tottori. Pemeriksaan menyatakan bahwa si anjing terserang Filariasis (infeksi cacing Dirofilaria imitis) dan harus segera dioperasi untuk mengeluarkan cacing dewasa dari jantung anjing untuk menyelamatkan nyawanya. Hiroki yang datang sesaat sebelum sang anjing akan dibawa ke ruang operasi memarahi sang nenek yang dianggap tidak becus dalam merawat anjing. Namun Tottori-sensei dengan caranya yang cerdas berhasil membalikkan kata-kata Hiroki bahwa sebenarnya yang salah adalah anak tersebut. Hiroki akhirnya mengaku bahwa ia tidak menyadari anjing kesayangannya sudah lama sakit dan selalu berkata "berisik" serta langsung mengusir ketika anjing Daschund tersebut batuk-batuk di kamarnya. Beruntung operasi pengangkatan cacing berhasil dan hal ini semakin menyadarkan Hiroki bahwa selama ini ia hanya memikirkan kelulusannya dalam ujian masuk universitas tanpa mempedulikan kesehatan anjingnya sendiri. Ia akhirnya menyadari bahwa percuma belajar keras demi lulus ujian masuk fakultas kedokteran hewan jika ia tidak sanggup merawat anjing kesayangannya sendiri.

Episode 7 ini juga memperlihatkan kerja keras Tajima yang diragukan oleh Tottori-sensei. Dokter yang terkenal tidak ramah pada sesama manusia tersebut mengatakan bahwa Tajima tidak serius dan tidak 100% dalam bekerja. Hal ini diawali dari ketidakcekatan Tajima dalam memesan obat antibiotik untuk persediaan. ketika akan melakukan operasi pun Tajima diusir karena Tottori-sensei tidak mau diganggu oleh asisten yang kerjanya setengah hati. Namun ternyata hal tersebut hanyalah "ujian" yang diberikan Tottori-sensei untuk mengetahui seberapa serius Tajima dalam melakukan pekerjaannya. Setelah memperhatikan keseriusan Tajima dalam merawat kucing yang ditelantarkan oleh Hiroki dan melihat keteguhan hati Tajima yang percaya bahwa Hiroki akan datang untuk mengambil kucing malang tersebut, akhirnya Tottori-sensei memberikan hadiah atas kerja kerasnya. Tajima yang sangat senang memperoleh satu set baju operasi baru pun akhirnya mengungkapkan keinginannya untuk kuliah di sekolah perawat hewan demi membuktikan keseriusannya dalam bekerja di klinik.

Tentu saja banyak pesan moral selain juga pengetahuan mengenai medis hewan yang dapat dipetik dari dorama sepanjang 9 episode ini. Sifat Tottori-sensei yang kaku dan cenderung kasar terhadap orang lain sangat berbeda jauh jika ia berhadapan dengan hewan. Dokter yang senang memakai baju hitam ini sangat lembut dan penyayang terhadap semua hewan. Setiap akan memulai operasi atau suatu pengobatan yang rumit, ia mengucapkan "ganbare yo" yang berarti "berjuanglah" dengan ucapan yang lembut dan diucapkan dengan sepenuh hati. Ia juga orang yang tidak tega menghabisi nyawa hewan apapun. menurut Hanabishi-sensei, ketika pertama kali prkatikum di universitas yang mengharuskan mereka membunuh tikus, Tottori-sensei melakukannya dengan cekatan. Namun setelah praktikum berakhir, Tottori berdiri seorang diri di luar gedung sambil menangis.


Tottori-sensei yang sangat lembut dan penyayang terhadap hewan

Di sisi lain, tindakan Hanabishi-sensei yang mengakui kelemahannya dalam operasi patut diacungi jempol. Keberanian seperti ini tampaknya sangat sulit ditemukan dalm kehidupan nyata. Resiko dari pengakuan tersebut memang sangat besar namun menutupi kelemahan pun tidak selamanya bisa dilakukan. Serapat apapun sebuah kebohongan ditutupi, pasti akan terbuka juga. Perlu mental yang kuat dan keikhlasan hati dalam mengakui kelamahan diri sendiri, apalagi di depan masyarakat luas seperti yang dilakukan Hanabishi-sensei.

Hal lain yang perlu digarisbawahi dalam drama ini adalah kenyataan mengenai dunia veteriner (kedokteran hewan), tidak hanya di Jepang tapi juga di seluruh dunia. Pekerjaan mulai dokter hewan dalam menyelamatkan nyawa hewan tidak selamanya bisa dilakukan. Nyawa hewan pun tidak selamanya dapat diselamatkan meskipun kemungkinan tersebut ada. Keputusan Domon-sensei untu meng-euthanasi beberapa pasiennya tidak selalu buruk. Jika seekor hewan menderita penyakit yang sulit disembuhkan atau meskipun sembuh akan membuat si hewan menderita cacat seumur hidup yang bisa membuat si hewan stres, maka keputusan euthansia dapat dilakukan tanpa melanggar hukum. Euthansia juga dilakukan jika hewan tersebit menderita penyakit menular (zoonosis) yang meskipun sudah dioabati, masih dapat menyebarkan agen penyebab penyakit ke lingkungan.

Domon-sensei yang selalu berusaha menjaga reputasinya serta Tottori-sensei yang selalu meminta bayaran atas pekerjaannya merupakan kenyataan yang tidak bisa dipungkiri dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai manusia, pengakuan dari orang lain sangatlah penting dalam bersosialisasi, selain itu uang (meskipun uang bukan segalanya) juga telah menjadi benda yang tidak bisa dipisahkan dalam mempertahankan hidup di era modern ini.

Seperti halnya dorama khas Jepang lainnya, kerja keras serta keteguhan hati Tajima Asuka tidak boleh dilupakan. Seorang amatir yang awalnya tidak mengerti dunia kedokteran hewan akhirnya bisa menjadi asisten yang berguna dengan kerja kerasnya. Selain itu dalam melakukan pekerjaan sebaiknya sungguh-sungguh dan fokus. Hal-hal tersebutlah yang dapat kita lihat dari peran Tajima Asuka.

Disclaimer: TBS TV





0 comments :

Post a Comment