Tuesday, August 10, 2010

Puasa di Negeri Lain

Hari ini saya baru saja mendapat mail dari mama yang isinya begini:
"Selamat menunaikan ibadah puasa. Dita juga puasa di negeri orang tahun ini".
Iya juga, ya. Tahun ini saya puasa di negeri orang, jauh dari keluarga (dalam arti sebenarnya). Saya tidak merasakan banyak perbedaan meskipun tentu saja banyak sekali perbadaan mencolok yang ada. Mungkin karena saya berada pada tahap "nareru" (get used to) di Jepang ini, sehingga tidak ada perasaan khawatir berlebihan ataupun sentimentil (saya bukan tipe sentimentil sebenarnya) akan menjalankan ibadah puasa.

Saya berusaha selalu berpikiran positif, berpuasa dimana saja sama saja, toh masih di bumi Allah. Panjang hari memang sedikit lebih panjang tahun ini (berhubung musim panas), namun tidak seharusnya mengubah ibadah puasa itu sendiri. Suara Adzan maghrib pun tidak bisa dengan bebas terdengar, demikian pula dengan "hiruk pikuk suka cita" ber-tarawih. Akan tetapi, sekali lagi, saya berusaha berpikiran positif, saya masih bisa menjalankan ibadah puasa seperti halnya di Indonesia, dalam arti tetap beribadah seperti seharusnya. Godaan pastinya akan selalu ada, di Indonesia maupun di Jepang. Saya tidak ingin mengatakan di Jepang lebih banyak godaan dibandingkan di Indonesia. bagi saya sama saja, tergantung bagaimana diri sendiri dapat menyikapinya.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Semoga kita semua memperoleh hikamh yang baik dari bulan baik ini. Untuk Dita (yang disebutkan mama pada mail di atas), semoga bisa beradaptasi dengan baik bersama host family di Pennsylvania. Insya Allah Ramadhan tahun ini bisa membawa hikmah bagi kita berdua. Tetap semangat, ya Dita!^^


アユ

0 comments :

Post a Comment