Tuesday, March 23, 2010

My First Case: Uterin Torsion --Left Side--





Anamnese
10 Maret 2010
pagi: induksi parturisi dengan injeksi preparat prostaglandin
9pm: efek prostaglandin mulai terlihat

11 Maret 2010
9am: parturition phase 1
noon: tanda-tanda fisik (vulva dan glandula mammae bengkak, mucus discharge, dorsal pelvic area relaksasi)
5pm: detak jantung sedikit menurun, suhu tubuh turun (dicek melalui daun telinga)
8pm: masih parturition phase 1
8.30pm: cek posisi fetus melalui palpasi vaginal dan rektal.

Diagnosis: Torsio Uteri Kiri
Prognosis: jika lebih dari 2 jam-->infausta
Treatment: Sapi yang semula dalam posisi berbaring ventral, di-restrain dalam posisi berdiri. Setelah sapi dalam posisi berdiri, posisi uterus diputar ke posisi normal.
Lalu kantung amnion ditarik keluar dan dipecahkan. Setelah kantung amnion sudah pecah, fetus dapat keluar. Namun, pada kasus ini, dilakukan retraksi.

9pm: Fetus berhasil ditarik keluar dan langsung dibawa ke kandang inkubasi. Sementara itu, induk sapi dibersihkan pada bagian posterior, dibiarkan berdiri untuk pengeluaran plasenta, dan siap2 diperah susu-nya untuk diberikan pada anak sapi.

9.01: Tubuh fetus dibersihkan dari sisa-sia plasenta dengan handuk kasar (sebagai ganti jilatan lidah induk).

9.30: anak sapi mulai berusaha berdiri (normal).

note: semua proses treatment dilakukan secara aseptis.

0 comments :

Post a Comment