Tuesday, February 23, 2010

Ternyata di Jepang pun…

suatu sore saya ke departemen store di kota saya (kira-kira 10 menit dengan sepeda). Saat akan membayar jaket yang saya beli, saya mengantri di kasir. Tentu saja harus mengantri, karena 1. Ini di Jepang 2. Kasir sedang melayani Okyakyu-sama (customer) yang membeli pakaian cukup banyak 3. Kasir yang lain sedang tidak berada di tempat (entah sedang istirahat atau melakukan pekerjaan lain, berprasangka baik saja lah).

Cukup sabar mengantri sambil memperhatikan tingkah laku kasir yang terlihat gelisah karena tidak ada clerk lain yang bisa membantu pekerjaannya. Sebagai Informasi, di jepang, customer adalah Raja dan sangat tidak baik membuat customer menunggu. Oleh karena itu, ketika si kasir sedang melayani pelanggan lain dan melihat saya menunggu, dia langsung tengok kanan kiri, lalu melihat ke arah saya (mungkin waktu itu saya memasang tampang bête ya?akh, tapi rasanya tidak^^), lalu tengok kanan kiri lagi mencari pegawai lain yang bisa melayani saya di meja sebelah. Maklum, hampir di seluruh departemen store, toko baju, atau restoran, tidak ada orang yang bertugas khusus sebagai kasir. Jadi, semua pegawai/pelayan toko bisa menjadi kasir. Wajar saja, karena tidak setiap saat orang akan membayar bukan? Kalau sudah selesai makan atau selesai mencoba baju baru membayar^^.

Yak, kembali ke topik awal. Setelah sabar menunggu, akhirnya Okyaku-sama yang ada di depan saya pun selesai dilayani. Ketika saya akan maju untuk membayar, tiba-tiba ada seorang kakek yang membawa kereta bayi (bawa cucu-nya kali ye…) datang dari arah kiri dan langsung lurus ke arah kasir tanpa melihat kanan-kiri (eh, beliau sempat melihat saya denk, tapi langsung serobot aja tuh). Waktu itu, si kakek tidak hanya main serobot, tapi juga langsung serobot berbicara dengan kasir tentang barang yang dibelinya. Wuah, jelas kaget saya. Tadinya saya pikir, ya sudahlah mengalah saja. Eh, ternyata si kasir langsung dengan tegas (tapi tetap hormat) bilang pada si kakek: “mohon maaf, tapi Okyaku-sama yang di sana sudah menunggu dari tadi dan seharusnya didahulukan”. Si Kakek spontan kaget dan bingung karena harus mendorong mundur kereta bayi^^ agak repot memang, karena di dekat kasir ada semacam palang yang membatasi “area” kasir.

Saya juga kaget sih, tapi lebih tepat dibilang kagum karena pelayanan di jepang benar2 tertib dan care terhadap customer. Setelah si kakek mundur dengan kereta bayinya, otomatis saya langsung maju sambil dalam hati bersyukur. Alhamdulillah, berjalan seperti seharusnya, yang lebih dahulu mengantri ya, dilayani lebih dulu. Tidak ada diskriminasi sama sekali. Semua pelanggan dianggap sama proritasnya.


---Ayu

0 comments :

Post a Comment